QS Al Baqarah ayat 19

QS Al Baqarah ayat 19

أَوْ كَصَيِّبٍ مِنَ السَّمَاءِ فِيهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ مِنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ ۚ وَاللَّهُ مُحِيطٌ بِالْكَافِرِينَ

Terjemah :

Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.

Sebab turunnya ayat :

Dari Abdullah Ibnu Abbas dan Abdullah Ibnu Mas’ud, “Ada segolongan kaum munafik yang masuk Islam setelah hijrahnya Rasulullah. Mereka seperti orang yang terjebak dalam kegelapan berusaha mencari cahaya dengan menyalakan api. Namun, setiap kali menyalakannya api itu padam. Perumpamaan mereka seperti orang yang ditimpa hujan lebat yang disertai kilat, petir dan guruh. Orang itu pun berusaha berlindung karena takut bahaya menimpanya. Perumpamaan ini selaras dengan tabiat mereka, yaitu mereka syirik lalu mereka beriman, kemudian kembali sesat dan kafir. Mereka samar antara halal dan haram, baik dan buruk. Perumpamaan ini menggambarkan bahwa mereka adalah orang yang akan terungkap perbuatan nifaknya (Lubabun Nuqul: 8)

Note :

NIFAQ (Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas)

Nifaq (اَلنِّفَاقُ) berasal dari kata نَافَقَ-يُنَافِقُ-نِفَاقاً ومُنَافَقَةً yang diambil dari kata النَّافِقَاءُ (naafiqaa’).

Nifaq menurut syara’ (terminologi) berarti menampakkan keislaman dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan. Dinamakan demikian karena dia masuk pada syari’at dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. Karena itu Allah memperingatkan dengan firman-Nya:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Sesungguhnya orang-orang munafiq itu mereka adalah orang-orang yang fasiq.” [At-Taubah: 67]

Baca Selengkapnya : https://almanhaj.or.id/3164-nifaq-definisi-dan-jenisnya.html

Share